Pendidikan

Pendidikan merupakan hal yang sangat komplek dan sangat di butuhkan oleh masyarakat karena pendidikanlah yang bisa membedakan manusia dengan hewan karena dalam proses pendidikan manusia pasti membutuhkan akal pikiran untuk berfikir.dalam hidupnyamanusia tidak hanya membutuhkan pendidikan umum tetapi pendidikan agama islam juga sangat dibutuhkan dan kita wajib mengerti dan memahami tentang semua yang terkandung.

Tapi hingga saat ini masih banyak di temui beberapa kendala yang menhambat berkembangnya pendidikan di Indonesia khususnya dalam lingkungan pendidikan agama masih saja di anak tirikan dan kita selalu di nomor duakan yang seolah-olah kita tidak ada di Indonesia baik dari pemberian fasilitas hingga jaminan setelah lulus dari lembaga agama.maka dari itu dengan adanya masalah ini kami bermaksud menulis makalah yang beerjudul “PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA”

B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Pendidikan Islam ?
2. Tujuan pendidikan islam ?
3. Masalah yang timbul pada pendidikan islam di Indonesia ?
4. Solusi untuk mengatasi masalah pendidikan di Indonesia ?


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian pendidikan islam
Menurut bahasa kata “pendidikan” berasal dari bahasa arab yaitu “ tarbiyah” dengan kata kerja “rabba” dan artinya pengajaran.kata pengajaran dalam bahas arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerja “allama” yang mempunyai arti memberi tahu,mengajarkan, mendidik. .

Sedangkan Menurut istilah pendidikan islam adalah pembentukan kepribadian muslim sehingga menjadi muslim yang sesuai dengan perintah agama dengan memiliki akhlak yang mulia.

Sedangkan Menurut pendapat para ahli adalah sebagai berikut :
1) Menurut Drs. Ahmad d. marimba mengatakan pendidikan islam adalah bimbungan jasmani, rohani berdasarkan hukum-hukum agama islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama Menurut ukuran-ukuran islam.

2) Menurut Mustafa al-ghulataini pendidikan islam adalah menanamkan akhlak yang mulia di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan petunjuk dan nasehat sehingga akhlak itu menjadi salah satu kemampuan meresap jiwa kemudian buahnya berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air.

3) Menurut syah muhamad A. Nauqib al-atas mengatakan pendidikan islam adalah usaha yang di lakukan pendidik terhadap anak didik untuk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan akan tempat tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian.

4) Berdasarkan hasil seminar pendidikan islam si-indonesia pada tanggal 7 s/d 11 mai 1960 di cipayung bogor mengatakan pendidikan islam adalah bimbingan terhadap rohani dan jasmani. Menurut ajaran islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh, dan mengawasi berlakunya semua ajaran islam.

Dari uraian tersebut maka dapat di ambil beberapa kesimpulan pendidik berbeda pendapat menitik beratkan segi pembentukan akhlak, dan sebagian menuntut membentukan teori dan praktek, tapi juga ada persamaannya yaitu pendidikan islam adalah bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa kepada pendidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim

B. Tujuan pendidikan islam
Menurut para ahli ada bermacam-macam tujuan pedidikan pendidikan yaitu sebagi berikut:
Menurut Drs. Ahmad D. Marimba fungsi tujuan itu da empat macam yaitu
• Mengakhiri usaha
• Mengarahkan usaha
• Tujuan merupakan titik pangkal untuk mencapai tujuan baik tujuan baru maupun tujuan lanjutan dari tujuan pertama.
• Memberi nilai (sifat( pada usaha-usaha itu .
Menurut imam ghozali tujuan pendidikan yaitu membentuk insan purnama baik di dunia maupun di akhirat. Menurutnya manusia dapat mencapai kesempurnaan apabila mau berusaha mencari ilmu dan selanjutnya mengamalkan fadilah melalui ilmu pengetahuan yang di pelajarinya .

Tujuan umum pendidikan islam adalah membina peserta didik agar menjadi hamba yang suka beribadah kepada alloh dengan mau mengobankan apapun hanya untuk bukti pengabdian kepada alloh. Sedangkan tujuan khususnya adalah mampu melaksanakan rukun islam.

Dalam pendidikan islam selain tujuan umum,khusus, sementara,akhir ada juga tujuan operasional yaitu menumbuhkan pola kepribadian manusia yang bulat melalui latihan kejiwaan, kecerdasan otak, penalaran, perasaan, dan indra.dalam tujuan ini peserta didik lebih banyak di tuntut untuk menonjolkan kemampuan pribadinya misalnya ia dapat berbuat, terampil melakukan, lancar mengucapkan, mengerti, mamahami, manghayati adalah sesuatub yang sangat kecil. Sehingga apabila penerapan insane kamil sudah ada pada diri anak ketika masih kecil akan terbentuklah insane kamil yang sempurna

2.3 masalah masalah pendidikan islam di Indonesia
masalah yang sudah sering terjadi dan ironisnya sampai sekarang masalah itu belum selesai untuk di perbincangkan adalah adanya dikotomi dalam system pendidikan dan ironisnya semua menganggap sebagai system penddikan yang modern dan tentunya sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini seharusnya tidaklah terjadi karena dualisme dikotomik yaitu system pendidikan barat yang di nasionalisasikan dengan menambah beberapa mata pelajaran islam.yang berasal dari zaman klasikyang tidak di perbaharui secara mendasar, mempunyai arah yang bertolak belakang.

Tidak perlu diterimanya system ini karena sejarah sudah membuktikan bahwa system pendidikan barat sering merusak islam yang pastinya akan menjadi penghambat dalam melendingkan islam secara kaffah dalam kehidupan umat.sejarah mencatat bahwa orang barat dahulu belajar kepada umat islam tapi sekarang sejarah justru terbalik orang islam belajar di barat .semua itu terjadi karena orang barat mampu mengolah epistemologiyang mereka pelajari di islam sedangkan orang islam hanya berpangku tangan melihat itu semua orang islam tidak mampu melahirkan cendikiawan yang mampu mengolah epistimologi sehingga dapat melahirkan karya-karya baru yang bisa berguna bagi umat manusia di dunia

Pendidikan islam kita sekarang ini setidak-tidaknya sedang dihadapkan pada empat masalah besar: masalah mutu, masalah pemerataan, masalah motivasi dan masalah keterbatasan sumberdaya dan sumberdana pendidikan.

1) Secara umum pendidikan kita sekarang ini tampaknya lebih menekankan pada akumulasi pengetahuan yang bersifat verbal dari pada penguasaan keterampilan, internalisasi nilai-nilai dan sikap, serta pembentukan kepribadian. Di samping itu kuantitas tampaknya lebih diutamakan dari pada kualitas. Persentase atau banyaknya lulusan lebih diutamakan daripada apa yang dikuasai atau bisa dilakukan oleh lulusan tersebut.

2) Pola motivasi sebagian besar peserta didik lebih bersifat maladaptif daripada adaptif. Pola motivasi maladaptif lebih berorientasi pada penampilan (performance) daripada pencapaian suatu prestasi (achievement) (Dweck, 1986), suatu bentuk motivasi yang lebih mengutamakan kulit luar daripada isi. Ijazah atau gelar lebih dipentingkan daripada substansi dalam bentuk sesuatu yang benar-benar dikuasai dan mampu dikerjakan.

3) Kualitas proses dan hasil pendidikan belum merata di seluruh tanah air. Masih ada kesenjangan yang cukup besar dalam proses dan hasil pendidikan di kota dan di luar kota, di Jawa dan di luar¸antar lembaga diknas dan depag yang begitu berbeda dalam pengelolaannya. Pendidikan kita sekarang ini masih belum berhasil meningkatkan kualitas hasil belajar sebagian besar peserta didik yang pada umumnya berkemampuan sedang atau kurang. Pendidikan kita mungkin baru berhasil meningkatkan kemampuan peserta didik yang merupakan bibit unggul.

4) Pendidikan kita sekarang, juga masih dihadapkan pada berbagai kendala, khususnya kendala yang berkaitan dengan sarana/prasarana, sumberdana dan sumberdaya, di samping kendala administrasi dan pengelolaan. Administrasi serta system pengelolaan pendidikan kita pada hakikatnya masih bersifat sentralistis yang sarat dengan beban birokrasi. Oleh karena itu persoalan-persoalan pendidikan masih sulit untuk ditangani secara cepat, efektif dan efisien.

Apabila kondisi pendidikan seperti ini berlangsung terus dan tidak bisa diubah, disangsikan apakah bangsa kita dapat bersaing dengan bangsa lain pada masa-masa yang akan datang. Dalam menghadapi persaingan dalam mengejar keunggulan, khususnya keunggulan dalam bidang ekonomi, manusia Indonesia harus bisa ditingkatkan kualitasnya. Manusia yang berkualitas hendaknya tidak diartikan sebagai manusia yang sekedar berpengetahuan luas, melainkan juga manusia yang terampil, ulet, kreatif, efisien dan efektif, sanggup bekerja keras, terbuka, bertanggung jawab, punya kesadaran nilai dan moral, di samping tentu saja beriman dan taqwa. Di samping itu, haruslah diupayakan agar sebagian besar manusia Indonesia dapat memiliki sifat-sifat tersebut. Sebagai suatu perbandingan, keberhasilan pendidikan Jepang terletak pada kesanggupannya meningkatkan kemampuan sebagian besar anak didik mereka dengan cara mendorong dan mengajar mereka bekerja keras sejak awal untuk mencapai prestasi yang maksimal dan tidak semata-mata mengandalkan pada bakat dan kemampuan alamiah. Sebaliknya, pendidikan Amerika lebih mengandalkan hasil pendidikannya dari anak-anak yang memiliki kemampuan tinggi (Gordon, 1987; Sidabalok, 1989).

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 telah meletakkan landasan bagi pembangunan system pendidikan Nasional yang dapat dijadikan sebagai titik acuan dalam pengembangan pendidikan lebih lanjut. Apabila kita percaya bahwa kemampuan survival bangsa kita di masa-masa yang akan datang ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia yang dimilikinya, begitu juga apabila kita percaya bahwa pendidikan merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, maka system pendidikan Nasional harus diupayakan agar dapat memecahkan masalah serta mengatasi kendala-kendala yang disebutkan di atas.


b. Usaha-Usaha Ke Arah Pemecahan Masalah
Sesuai dengan masalah-masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tugas utama dalam pelaksanaan system pendidikan sehingga dapat menghasilkan tenaga kerja berkualitas yang kompetitif untuk bersaing setidak-tidaknya dengan tenaga kerja lain di diknas. Perjuangan dalam meningkatkan mutu pendidikan menuntut adanya kerja keras dari semua tenaga kependidikan serta kerjasama antara sesama pendidik
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tidak secara eksplisit mengatur masalah mutu pendidikan, melainkan hanya menyebutkan faktor-faktor yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi mutu pendidikan, seperti: tujuan pendidikan, peserta didik, tenaga kependidikan, sumberdaya pendidikan, kurikulum, evaluasi, pengelolaan dan pengawasan.

Mangieri (1985 : 1) menyebutkan 8 faktor yang paling sering disebut-sebut sebagai faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan. Kedelapan faktor tersebut adalah; kurikulum yang ketat, guru yang kompeten, ciri-ciri keefektifan, penilaian, keterlibatan orang tua dan dukungan masyarakat, pendanaan yang memadai, disiplin yang kuat, dan keterikatan pada nilai-nilai tradisional. Komisi Nasional mengenai keunggulan dalam bidang pendidikan Amerika dalam laporannya yang terkenal berjudul A Nation at risk merekomendasikan bahwa keunggulan (exelence) dalam bidang pendidikan dapat diwujudkan melalui cara-cara berikut: menambah banyaknya pekerjaan rumah, mengajar siswa sejak permulaan keterampilan belajar dan bekerja, melakukan pengelolaan kelas yang lebih baik, sehingga waktu sekolah bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, menerapkan aturan yang tegas mengenai tingkah laku di sekolah dan mengurangi beban administrasi guru.

Persoalan kedua adalah bagaimana mendemokratiskan system pendidikan dalam arti yang sesungguhnya. Semua pasal 4, 5, dan 6 UU No. 20 Tahun 2003 mengatur agar sistem pendidikan Nasional kita memberikan kesempatan yang sama kepada semua warga negara untuk memperoleh pendidikan secara demokratis. Namun dalam praktek, kesempatan tersebut baru terbatas pada kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan - yang cukup banyak diantaranya masih berkualitas rendah - belum kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tinggi. Pendidikan yang rendah kualitasnya tidak banyak artinya dalam kehidupan. Karena kualitas ditentukan oleh biaya, pendidikan yang berkualitas baru bisa dinikmati oleh sebagian kecil warganegara yang memiliki kelebihan dalam kemampuan intelektual maupun kemampuan ekonomis.

Usaha untuk mendemokratiskan serta memeratakan kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas antara lain dapat dilakukan dengan menstandardisasikan fasilitas lembaga penyelenggara pendidikan dan menyelenggarakan kewajiban belajar. Semua lembaga pendidikan yang sejenis, apakah lembaga pendidikan tersebut berada di Jawa atau di luar Jawa perlu diusahakan agar memiliki fasilitas pendidikan yang setara dan seimbang: antara lain dalam bentuk gedung yang memadai, perlengkapan serta peralatan belajar yang mencukupi, kualifikasi guru yang memenuhi syarat dengan system insentif yang mendorong kegairahan kerja, dan satuan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan nyata. Standarisasi fasilitas dan kondisi pendidikan diharapkan dapat menghasilkan standardisasi mutu. Dengan cara ini pada saatnya nanti, anak-anak yang berdomisili di luar Jawa tidak banyak lagi yang menginginkan bersekolah di Jawa, karena mutu pendidikan di daerah mereka setara atau malahan lebih tinggi dibandingkan dengan mutu pendidikan di Jawa.

Kewajiban belajar merupakan upaya lain untuk mendemokratiskan kesempatan memperoleh pendidikan. Melalui kewajiban belajar yang diselenggarakan dan dibiayai oleh negara, semua anak Indonesia akan memperoleh kesempatan untuk mengikuti pendidikan sampai pada usia atau tingkat pendidikan tertentu. Melalui kewajiban belajar usaha untuk menaikkan tingkat pendidikan sebagian besar warga-negara dapat dilakukan secara lebih cepat. Pasal 34 ayat 1 UU No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa setiap warganegara yang berusia 6 (enam) tahun dapat mengikuti program wajib belajar.

Sementara itu ayat 2 menegaskan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Bahkan pada ayat 3 mengatakan bahwa wajib belajar itu merupakan tanggung jawab negara. Mengingat demikian vitalnya peranan wajib belajar dalam upaya peningkatan kemampuan warganegara, maka peraturan pemerintah yang akan mengatur pelaksanaannya perlu segera dikeluarkan, sebagaimana yang dicantumkan dalam pasal 4 pasal 34.

Sulit diterima kalau ada orang yang mengatakan bahwa anak-anak yang hidup pada masa sekarang ini kurang cerdas bila dibandingkan dengan anak-anak dari generasi sebelumnya. Namun demikian, ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa prestasi belajar anak-anak sekarang ini untuk beberapa bidang studi tertentu cukup memprihatikan. Satu-satunya alasan yang bisa dipergunakan untuk menerangkan gejala ini adalah bahwa mereka kurang memiliki motivasi untuk belajar. Mereka pada umumnya kurang tekun, cepat menyerah kalau menghadapi kesulitan, dan lebih menyukai pelajaran yang mudah daripada pelajaran yang sukar. Oleh karena itu, adalah merupakan tanggung jawab semua pendidik untuk menanamkan kesadaran kepada peserta didiknya akan pentingnya usaha dan kerja keras dalam belajar.

Daftar pustaka

Zakiyah daradjat, ilmu pendidikan islam,bumi aksara,Jakarta,2006.
nur uhbiya dan abu ahmadi, ilmu pendidikan islam 1,pustaka setia,bandung,1997
Drs. Ahmad D. Marimba, pengantar filsafat pendidikan islam, PT. Al-Ma’arif, bandung, 1980
abuddin nata, managemen pendidikan mengatasi kelemahan pendidikan islam di Indonesia,kencana,Jakarta 2003
muslih usa,pendidikan islam di Indonesia,tiara wacana yogya,1991

read more “Pendidikan”

HAKEKAT MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Dewasa ini manusia kebanyakan melupakan makna kehidupannya, hakekat diciptakannya manusia oleh Tuhan, dan adat istiadat atau yang lazimnya sering disebut dengan istilah kebudayaan. Hal tersebut seringkali banyak disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi dalam perkembangannya. Beberapa Diantaranya seperti kemajuan teknologi yang pesat, modernisasi atau globalisasi yang semakin meningkat.

Dalam sejarah manusia yang sebelumnya memiliki kebudayaan yang bersifat primitif dan kental akan seni, agama, dan tata kelakuan yang telah diturunkan turun- temurun ke generasi berikutnya berangsur-angsur mulai berubah seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Manusia yang dulu saling menyapa ketika bertemu di jalan sekarang jarang terjadi karena lebih sibuk dengan handphonenya. Bertumbuhnya sifat individualisme yang banyak terjadi khususnya dalam masyarakat perkotaan merupakan salah satu contoh yang kongkrit dari akibat perkembangan teknologi yang pesat dan terus mempengaruhi kebudayaan.

Berlimpahnya kemakmuran dan megahnya bangunan belum merupakan lambang kemajuan suatu kebudayaan manusia dalam arti sebenarnya. Kemajuan dan perkembangan yang hanya terbatas pada material saja akan menyebabkan kepincangan dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, manusia dan kebudayaan memiliki hubungan yang erat karena kebudayaan berasal dari pemikiran manusia yang diatur atau dibatasi oleh aturan tertentu.

1. Rumusan masalah
2.1. Apakah pengertian kebudayaan?
2.2. Apakah definisi wujud kebudayaan?
2.3. Unsur apa sajakah yang terkandung kebudayaan?
2.4. Bagaimana proses transformasi kebudayaan?
2.5. Bagaimana hubungan manusia dengan kebudayaan?
2. Tujuan masalah
3.1. Untuk mengetahui pengertian kebudayaan secara jelas dan lengkap.
3.2. Untuk mengetahui definisi wujud kebudayaan.
3.3. Untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam kebudayaan serta penjelasannya secara rinci.
3.4. Untuk mengetahui transformasi kebudayaan.
3.5. Untuk megetahui hubungan manusia dan kebudayaan itu sendiri.
3. Manfaat

Dapat mengetahui secara detail baik dari pengertian, wujud, unsur, serta transformasi pada hubungan manusia dengan kebudayaan, dan mengetahui lebih pasti tentang hubungan manusia dan kebudayaan.

BAB II
KONSEPSI TEORI

1.Pengertian kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata cultuure (Belanda) culture (Inggris) dan colere (Latin) yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan terutama pengolahan tanah yang kemudian berkembang menjadi segala daya dan aktifitas manusia manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

Dari bahasa Indonesia (Sansekerta) “buddhayah”,yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.Pendapat lain “budaya” adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budi-daya,yang berarti daya dari budi,karena itu mereka membedakan antara budaya dan kebudayaan.Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta,karsa dan rasa.Kebudayaan adalah hasil dar cipta,karsa dan rasa tersebut,beberapa pendapat ahli antropologi dunia tentang definisi kebudayaan:

• E.B.Tylor(primitive culture):keseluruhan kompleks yang mengandung ilmu pengetahuan lain seperti kebiasaan manusia yang bermasyarakat.
• R.Linton (The Cultural Background of Personality):konfigurasi dari tingkah laku yang pembentukannya didukung dan diteruskan anggota masyarakat tertentu.
• C.Klukhonn dan W.H Kelly(Hasil Tanya jawab dengan ahli antropologi sejarah):Hukum,psikologi yang implicit,rasional,irasional terdapat pada setiap waktu sebagai pedomanjyang potensial bagi tingkah laku manusia.
• Melville J.Herskovits(Ahli antropologi Amerika):bagian dari lingkungan buatan manusia” Man Made Part of the Environment”
• Dowson(Age of the Gods):cara hidup bersama(culture is common way of life)
• J.P.H Dryvendak:kumpulan cetusan dari jiwa manusia yang beraneka ragam dan berlaku dalam suatu masyarakat tertentu.
• Ralph Linton(1893-1953):sifat social manusia yang turun temurun”Man’s social heredity”

Beberapa definisi yang dikemukakan oleh pakar Indonesia:
• Prof.Dr.Koentjaara ningrat:keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan
yang teratur oleh tata kelakuan yangharus didapat degan belajar.Dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.
• Sultan Takdir Alisahbana:manifestasi dari cara berfikir
• Dr.Moh.Hatta:ciptaan dari suatu bangsa.
• Mangunsarkoro:segala yang bersifat hasil kerja manusia dalam artian yang seluas-luasnya.

• Drs.Sidi Gazalba:cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk satu kesatuan social dengan suatu ruang dan suatu waktu.

Definisi di atas berbeda-beda namun memiliki prinsip yang sama yaitu mengakui adanya ciptaan manusia,meliputi perilaku dan hasil kelakuan manusia,yang diatur oleh tata kelakuan yang diperoleh dengan belajar yang semuanya tesusun dalam kehidupan masyarakat.

Di dalam masyarakat kebudayaan diartikan “the general body of the art” yang meliputi seni sastr,seni music,seni pahat,seni rupa,kpengetahuan filasafat.Dan akhirnya mendapatkan kesimpulan gbahwa kebudalyaan adalah hasil budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup atau segala sesuatu yang diciptakan manusia baik yang konkrit maupun abstrak.

Menurut Prof.M.M djojodiguno(asas-asal sosiologi,1958) bahwa kebudayaan atau budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta,rasa dan karsa.
• Cipta:kerinduan manusia untuk mengetahui rahasia segala hal yang ada dalam pengalamannya.Hasil cipta berupa Ilmu pengetahuan.

• Karsa:kerinduan manusia untuk menginsafi dari mana manusia sebelum lahir dan kemana sesudah mati.Hasilnya berupa norma-norma keagamaan atau kepercayaan.
• Rasa:kerinduan manusia akan keindahan dan dorongan untuk menikmati keindahan.Hasilnya berbagai macam kesenian.

Kebudayaan merupakan keseluruhan system gagasan,tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar,yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.Dan dirinci sebagai berikut:
• Kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dihasilkan manusia yang meiputi kebudayaan material(bersifat jasmaniah) dan kebudayaan non material(bersifat rohaniah)
• Kebudayaan tidak diwariskan secara generative(biologis) melainkandngan cara belajar.
• Kebudayaan diperoleh manusai sebagai anggota masyarakat
• Kebudayaan adalah kebudayaan manusia

2.Wujud Kebudayaan
Kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan atau tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar,yang tersusun dalam kehidupan manusia.Adapun wujud kebudayaan itu sendiri menurut J.J.Honigmann yang dibedakan berdasarkan gejalanya:
• Ideas
• Activities
• Artifact
Sedangkan menurut Koentjaraningrat wujud kebudayaan ada 3 macam yaitu :
• Wujud kebudayaan sebagai suatu kokmpleks dari ide-ide,gagasan nilai-nilai,norma-norma,peraturan dan sebagainya.
• Wujud kebudayaan sebagai komleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.

• Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Keterangan diatas menandakan bahwa kebudayaan hanya dapat diperoleh dalam anggota masyarakat yang mana pewarisannya melalui cara belajar.adapun wujud kebudayaan dapat bersifat material dan non material.Dan kesimpulan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan pokok antara manusia dan hewan yaitu:
• Kelakuan manusia diakui oleh akalnya sedangkan hewan oleh nalurinya
• Kehidupan manusia dapat berlangsung dengan bantuan peralatan sebagai hasil kerja akalnya sedangkan hewan pada fisiknya
• Perilaku manusia didapar dan dibiasakan melalui proses belajar sedangkan hewan melalui proses nalurinya
• Manusia memiliki alat komuikasi berupa bahasa sedangkan hewan tidak
• Pengetahuan manusia bersifat akumulatif karena masyarakatnya yang bekembang.

3.Unsur-Unsur Kebudayaan
Dari berbagai unsure kehidupan dapat disimpulkan bahwa kebudayaan merupakan hal yang luas karena kebudayaan merupakan hasil dari alam,pemikiran manusia dan tindakannya.
Namun keaneka ragaman tersebut dapat digolongkan menjadi sesuatu yang umum atau universal.Ada 7 unsur besar yang dapat disebut sebagai isi pokok disetiap kebudayaan,menurut Koentjaraningrat yaitu:
1. Bahasa
2. Sistem pengetahuan
3. Organisasional
4. System peralatan hidup dan teknologi
5. System mata pencarian hidup
6. System religi
7. System kesenian

Dalam butir keenam,religi dalam analisis Koentjaraningrat termasuk system kebudayaan universal.hal ini dapat dipandang dari sudut religi yang merupakan sebagian dari kebudayaan karena merupakan keyakinan dan gagasan –gagasan tenteng tuhan dalam agama Indonesia aeperti penyembahan dewa,ruh halus dan berbagai bentuk upacara yang terkait denagn system keyakinan tersebut.
Namun dalam hal islam religi bukanlah kebudayaan karena merupakan suatu ciptaan Ilahi/Tuhan bukan hasil karya manusia baik monument ataupun phenomena.(Manusia dan kebudayaan di Indonesia.Teori dan konsepDr.Hj. Sofia Rangkuti-Hasibuan,M.A 2002 Dian Rakyat)149-150)

Penyebaran (Difusi) Unsur-Unsur kebudayaan
Dapat berlangsung melalui perpindahan maupun datangnya kelompok-kelompok menusia dengan berbagai tujuan dan terjaidilah penyebaran unsure-unsur kebudayaan.Sebagai contoh:Pedagang-pedagang islam dari arab,India, dan Gujarat secara langsung/ tidak langsung telah menyebarkan kebudayaan islam pada kelompok masyarakat yang mereka jumpai dalam kegiatan perdagangan mereka di nusantara pada abad 7 dan 8.
Hubungan –hubungan pedagang tersebut dengan penduduk dikatakan hubungan Symbolistik dari bahasa inggris yang artinya Hubungan serasi dari berbagai unsur
Hal ini dapat dikatakan bahwa hubungan penduduk dengan islam pada awal sejarah datangnya islam ke nusantara adalah hubungan symbiotic dimana kedua kelompok dapat hidup berdampingan dengan aman dan saling menguntungkan dengan adanya perdangan diantara mereka.
Namun dari hubungan tersebut terjadi juga semacam penerobosan kebudayaan denagn jalan damai atau penetrasi pacifique (Penerobosan dengan dasar damai ).Dalam hal ini unsur-unsur kebudayaan pendatang turut masuk kedalam kebudayaan .Penerimaan secara tidak sengaja dan tanpa paksaan.hal ini dikemukakan oleh Poerbatjaraka (167-168).
4.Transformasi budaya
Kebudayaan merupakan suatu kumpulan yang berintegrasi dari cara-cara berlaku yang dimiliki bersama,kebudayaan yang vrsangkutan secara unik mencapai penyesuaian kepada lingkungan tertentu.Kebudayaan tidak bersifat statis melainkan bersifat adinamis(T.O.Ihromi.1994:32) dalam masyarakat Jawa dikenal satu budaya yang disebut Cokro manggilingan yaitu percaya bahwa manusia seperti jalannya roda pedati ,terkadang ada diatas dan terkadang ada di bawah.
Dalam budaya dikenal istilah cultural lag yaitu penggambaran keadaan masyarakat yang dengan mudah nya menyerap budaya yang bersifat materil tetapi belum mampu menyerap yang bersifat non materil.Berikut ini merupakan bentuk-bentuk perubahan kebudayaan antara lain:
• Evolusi :perubahan kebudayaan yang terjadi secara lambat namun arah perubahannya akan mencapai bentuk yang lebih sempurna.
• Revolusi :proses perubahan yang sangat cepat sehingga dirasakan oleh masyarakat.
• Inovasi :proses perubahan yang berasal dari diri masyarakat itu sendiri.
• Difusi :perubahan budaya yang disebabkan oleh factor-faktor dari luar masyarakat seperti masuknya unsure-unsur budaya lain(Sir James George Frazer.1944:211-216)
Perubahan disebabkan karena pewarisan budaya dari generasi ke generasi berikutnya.Hal ini terjadi proses pada individu,proses itu antara lain:
internalisasi,proses dari berbagai pengetahuanyang berada diluar diri individu masuk menjadi bagian dari individu.
Sosialisasi:proses penyesuaian diri seseorang ke dalam kehidupan kelompok dimana individu tersebut berada,sehingga kehadirannya dapat di terima oleh anggota kelompok lain,
Enkulturasi:proses ketika individu memilih nilai-nilai yang dianggap baik dan pantas dalam masyarakat,sehingga dapat dipakai sebagai pedoman untuk bertindak.
Ketiga proses ini dapat bervariasi antara individu satu dengan yang lain.Variasi budaya ini sering disebut dengan istilah sub.culture.(Cabang Kebudayaan)(L.Dyson,1992:37)
Adat istiadat dan kebudayaan itu mempunyai nilai pengontrol dan nilai sangsional terhadap tingkah laku anggota masyarakat.Tingkah laku yang tidak cocok dengan norma atau peraturan diaras dianggap “masalah social” (Kartini Kartono,1992:2)Perilaku yang menyimpang(deviant behavior) yaitu salah satu bentuk dari permasalahan social,maka dalam prkembangannya sering pula menimbulkan budaya baru.Jika perilaku tersebut terjadi berulang-ulang maka masyarakat telah terbiasa dengan hal itu.
Peristiwa asimilasi dan akulturasi juga dapat menimbulkan perubahan budaya,tetapi kedua peristiw aini mempunyai cirri khas yang tersendiri antari lain:
Dalam asimilasi unsur-unsur budaya lama dari masing-masing budaya asal sudah tidak Nampak lagi.Sedangkan akulturasi unsur-unsur budaya yang berbeda itu saling bersentuhan dan saling meminjam,tetapi ciri khas masing-masing budaya tidak hilang tetap dipertahanakan.
Tidak semua kelompok maupun individu mampu menerima perubahan yang terjadi.Hal ini disebabkan karena beberapa factor yaitu :
• factor kebutuhan
• factor keuntungan langsung yang dapat dinikmati
• factor senang terhadap sesuatu yang baru
• factor sifat inovatif yang selalu ingin bekreasi
factor-faktor tersebut merupakan factor yang mampu menerima perubahan budaya.sedangkan factor-faktor yang mampu menolaknya yaitu:
• anggapan bahwa hal baru itu merugikan
• anggapan bahwa hal baruitu bertentangan dengan nilai yang sudah dianut sebelumnya.
Orang-orang muda dan kelompok wiraswasta cenderung lebih mudah menerima perubahan.Sebaliknya kelompok masyarakat yang telah mapan dan tokoh-tokoh agama yang cenderung lambat menerima perubahan.

5. Hubungan manusia dan kebudayaan
Dalam kehidupan ini setiap manusia baik dalam keluarga, organisasi, maupun dalam masyarakat pasti mempunyai budaya-budaya sendiri yang telah tertanam dalam diri mereka masing-masing dan berbeda menurut asal daerah mereka dibesarkan sebelumnya. Beraneka ragamnya ras manusia, perbedaan tempat, dan banyaknya perbedaan keyakinan pada manusia, mengakibatkan munculnya beraneka ragam kebudayaan yang dibawa oleh masing-masing manusia. Sebelum membahas tentang hubungan manusia dan kebudayaan alangkah baiknya jika tahu terlebih dahulu apa hakekat manusia dan kebudayaan sendiri bagi manusia.
Manusia pada hakekatnya mempunyai makna yaitu manusia dalam kehidupannya itu tidak akan pernah bisa hidup tanpa bantuan dari manusia lain, hal atau kesadaran seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia agar pada setiap individu tidak seorang pun pada dirinya merasa “paling”, misalnya paling cantik,paling kaya, paling kuat, atau yang semisal itu. Semua manusia di dunia ini pada dasarnya sama mereka menginginkan kebaikan, kebagusan, keindahan pada diri mereka masing-masing. Tapi, perbedaan lingkungan, pergaulan, serta pendidikan semua itu membuat berbagai perbedaan mendasar pada pembentukan pribadi bagi setiap individu manusia.
Seperti halnya dengan budaya juga mempunyai berbagai macam definisi yang dikemukakan oleh para ahli dibidang tersebut diantaranya seperti:
Prof. Dr. Koentjaraningrat mengatakan kebudayaan adalah kessluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.
Dr. Moh. Hatta, kebudayaan adalah ciptaan hidupdari suatu bangsa.
Sultan Takdir Alisyahbana mengatakan kebudayaan adalah suatu manifestasi dari suatu tata cara berpikir. (Dr.Djoko Widagdho, dkk, Ilmu Budaya Dasar, hal. 12)
Definisi-definisi di atas merupakan beberapa dari banyaknya definisi-definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli. Dari berbagai macam definisi yang telah dikemukakan tersebut mempunyai maksud yang sama, yaitu berasal dari manusia, meliputi perilaku, dan hasil kelakukan, yang telah diatur oleh tata kelakuan dalam suatu masyarakat.
Setelah mengetahui apa hakekat manusia diciptakan dan makna dari kebudayaan. Maka hubungan diantara keduanya dapat disimpulkan bahwa, pertama manusia dapat dikatakan sebagai mskhluk yang berbudaya. Hal itu dikerenakan manusia mempunyai 2 hal penting yaitu pikiran dan perasaan, yang keduanya itu saling mengimbangi dalam kehidupan suatu individu.
Kedua, manusia sebagai makhluk termulia, dibandingkan dengan makhluk tuhan yang lain. Karena manusia diberi dengan adanya pikiran dan perasaan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat At-tin ayat 4-6:
“Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia itu dalam sebaik-baik ciptaan, kemudian akan Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya kecuali mereka orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan”. (At-tin; 4-6)
Kebudayaan yang terus berkembang seiring dengan berkembangnya zaman, yang sebelumnya diawali dari kebudayaan yang primitif hingga sekarang yang modern memiliki 2 fungsi yang bertentangan, yaitu budaya sebagai sarana kemajuan dan sebagai ancaman bagi manusia. Alasan yang mencakup keduanya yaitu dengan budaya, kehidupan suatu individu akan terdorong menjadi lebih modern misalnya seseorang yang gaptek, karena pengaruh kebudayaan dalam penyebaran informasi seseorang itu menjadi ahlinya dalam beberapa tahun atau bahkan beberapa bulan.
Budaya dapat dikatakan sebagai ancaman bagi manusia, Karena dengan berkembangnya suatu budaya dapat mengubah pola pergaulan suatu masyarakat khususnya para remajanya. Bahkan beberapa orang mengira bahwa semakin berkembang suatu budaya semakin banyak dosa yang dibuat, begitu juga sebaliknya budaya yang masih primitif budaya itu masih dianggap suci.
Maka dari itu, hubungan antara manusia dan kebudayaan sangat erat sekali, karena kebudayaan itu muncul dengan adanya suatu pengalaman dari manusia., dan perkembangan budaya harus disertai dengan etika agar ke depannya tidak mengarah ke hal-hal yang tidak diinginkan.

BAB III
STUDI KASUS

Bangsa yang maju peradabannya tidak akan pernah lepas dari pengaruh kabudayaannya. Sejumlah negara yang maju dan pernah mempunyai nama yang masyhur di antara negara-negara lain di dunia adalah bangsa-bangsa yang sangat peduli terhadap budayanya. Bangsa Indonesia termasuk salah satu bangsa yang memiliki banyak akan keanekaragaman kebudayaan, beraneka ragam unsur-unsur budaya dari berbagai pelosok daerah yang terdapat di tanah air, memiliki nilai cultural dan nilai sejarah yang cukup tinggi dan terkenal di dunia,seperti Candi Borobudur,budaya keraton.tari Bali,dan lain sebagainya.
Bentuk-bentuk budaya tersebut akan menjadi saksi sejarah bagi manusia sekarang dan bahkan menjadi pusat perhatian dunia sebagai bangsa yang cukup maju peradabannya di masa lalu.Keanekaragaman kebudayaan daerah dari berbagai etnis di tanah air, akan terus dikibarkan untuk mendukung bagi pelestarian budaya nasional tanah air.
Tapi semua itu tidak akan menjadi kenyataan ke depannya, jika generasi selanjutnya atau generasi penerus bangsa ini tidak memiliki rasa kecintaan terhadap budaya atau minimal mengerti terhadap kebudayaan apa yang kita miliki, agara nantinya mereka tahu apa yang harus dilakukan agar budaya Indonesia tetap terjaga kelestariannya. Pernyataan yang mendasari dari masalah di atas mampukah budaya kita untuk bertahan melawan banyaknya budaya asing yang masuk? gempuran budaya modern alias budaya asing lebih banyak mengandung unsur-unsur negatif bagi pertumbuhan nasional bangsa Indonesia dibandingkan dengan unsure-unsur positifnya.Apalagi terhadap posisi bangsa Indonesia yang masih dalam masa perkembangan, dan masih gencar-gencarnya membangun.Lebih buruknya lagi unsur-unsur tersebut lebih menagarah ke arah generasi penerus bangsa ini.
Selain yang telah disebut di atas, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi perkembangan kebudayaan bangsa ini diantaranya seperti :

Perkembangan teknologi
Pada abad 21 teknologi sudah semakin canggih khususnya dalam perkembangan penyebaran informasi sudah semakin cepat antara satu tempat ke tempat lain,yang dulu membutuhkan kurir atau lewat kantor pos untuk mengirim surat dan itu memakan waktu berhari-hari,sekarang hanya butuh beberapa detik.Selain teknologi itu,ada istilah lain yang berhubungan dengan penyebaran informasi yaitu internet.dengan internet segala macam bentuk informasi dari berbagai tempat di seluruh dunia dapat diakses di mana saja dan kapan saja.malalui cara seperti itulah budaya asing dapat masuk di Indonesia.kita ambil misal cara pergaulan orang barat yang bebas,seperti sekarang yang sudah terlihat telah banyak digandrungi oleh banyak pemuda khususnya di kota-kota besar.
TKI yang pulang dari luar negeri
Sekarang ini sudah semakin banyak TKI yang pulang dari luar negeri dengan membawa budaya Negara tempat dia bekerja,tanpa peduli dengan budaya aslinya di Indonesia.Hal itu tidak menutup kemungkinan penyebaran budaya asing lebih lancar masuk ke Negara ini.Lebih ditakutkan lagi jika mereka para TKI itu mengajak sanak saudaranya untuk mengikuti budaya luar secara langsung maupun tidak langsung.
Hal-hal seperti inilah yang seharusnya sangat dikhawatirkan,khususnya untuk kelestarian budaya bangsa Indonesia sendiri.Apalagi Negara Indonesia merupakan salah satu Negara pengekspor TKI terbesar,dan kebanyakan TKI tersebut tidak memiliki pendidikan yang cukup.
SDM Indonesia yang kurang berkualitas
Dewasa ini perkembangan SDM sangat mempengaruhi majunya budaya bangsa.Tapi sayangnya di Indonesia SDM kurang begitu diperhatikan misalnya seperti membludaknya para pengangguran beberapa tahun lalu.Banyak sekali budaya-budaya Indonesia sangat menarik tapi kurang ditonjolkan dikarenakan kurangnya pengenalan budaya Indonesia secara optimal.Padahal jika disebutkan satu persatu budaya Indonesia sangat banyak.Kurangnya perhatian terhadap generasi muda khususnya dalam masalah budaya akhirnya menjadi kendala besar dalam perkembangan budaya sendiri.





read more “HAKEKAT MANUSIA DAN KEBUDAYAAN”

WISATA HATI

Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama, sahabat-sahabat kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang berbuat baik kepada kami dan bagi kaum muslimin muslimat, mukminin dan mukminat, wahai Tuhan penguasa alam semesta. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar doa. Amin

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memelihara wajah kami dari sujud kecuali kepada-Mu, Ya Allah peliharalah wajah kami dengan kemudahan rezeki dan jangan Engkau merendahkan kami dengan kesempitan rezeki-Mu. Maka peliharalah diri kami dari meminta-minta hajat kami kecuali kepada-Mu dengan kemurahan dan kaunia-Mu. Wahai dzat yang paling penyayang. Amin
Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu kami mohon pertolongan, terimalah doa kami, Wahai Tuhan Kekalian Alam. Amin

Ya Allah, peliharalah kami dari musibah yang Engkau turunkan, berikanlah kami nikmat-nikmat-Mu dan jadikanlah kami hamba-hamba yang mendapatkan kebaikan, bukan hamba-hamba yang mendapat ujian, dengan rahmat-Mu, Wahai yang paling penyayang diantara yang penyayang. Anugerahkan kepada kami kesehatan lahir dan bathin. Amin
Wahai Yang Maha Lembut, Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Menerima tobat lahi Maha Penyayang.Amin
Ya Allah, yang melepaskan kesulitan, yang menghilangkan kesedihan, yang memenuhi permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa, Yang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan akhirat. Amin

Ya Allah, ditempat ini aku bertaubat kepada-Mu dari dosa kecil dan dosa besar, dari kesalahan yang tampak dan yang tersembunyi, dari tergelinciran yang lama dan yang baru, dengan tobatnya orang yang tidak menghendaki lagi melakukan kemaksiatan dan tidak berniat kembali kepada kedurhakaan, Ya Rabb hanya Engkaulah Maha Pengampun. Amin.

Ya Raab, saya tidak ragu atas rahmat-Mu, engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku Ya Raab dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang sholeh.

Ya Allah, karuniakanlah keikhlasan dalam jiwa kami. Jadikanlah kami hamba-Mu yang senantiasa peduli dengan hamba yang lainnya. Ya Allah bantulah kami, untuk mendekati-Mu dengan amal-amal yang suci. Amal yang membersihkan kami dari dosa dan menjaga kami dari mengulangi celaka. Amin.

Ya Allah, limpahkanlah malam-malam barakah kepada hamba-hamba-Mu ini. Malam dimana hamba-Mu senantiasa bersujud kepada-Mu, malam dimana hamba-Mu dengan khusyu’ menghadap-Mu dengan penuh linangan air mata berharap ampunan dan ridho-Mu, sementara banyak hamba-hamba-Mu yang lain sedang terbuai mimpi dalam tidur mereka. Amin.
Ya Allah, berikan aku ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan agar dapat beramal sholeh yang engkau ridhoi, jadikanlah ketrunanku orang-orang yang sholeh. Sesungguhnya Aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Amin.

Ya Allah, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang mendirikan sholat, Ya Allah kabulkanlah do’aku, kasihi kesendirianku dihadapan-Mu. Gemetar hatiku karena gentar kepada-Mu. Goncangan tubuhku karena takut kepada-Mu. Dosa-dosaku wahai Tuhanku, telah membawa kepada tempat kehinaan dihadapan-Mu. Amin.

Ya Allah, jadikanlah pendengaran kami, pandangan dan kekuatan kami menyenangi jalan petunjuk-Mu dan jadikanlah hawa nafsu kami patuh pada ajaran yang dibawa oleh kekasih-Mu Muhammad SAW, Ya Allah berilah kami kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Amin.

Ya Allah hapuskanlah segala dosaku, dosaku bagaikan pasir hingga tak mampu menghitungnya, Ya Rabb jauhkanlah kami dari selang sengketa, fitnah dan duri durjana, Engkaulah Ya Rabb Maha mengetahui tentang kelemahan hamba-Nya. Sebab itu Ya Rabb kuatkan imanku agar tidak mudah berbuat maksiat. Amin.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam menjalankan agama, sehat bandannya, bertambah ilmunya, berkah rizkinya, sempat bertaubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati, Ya Rabb hanya engkaulah tempat hamba memohon, selamatkan keluarga kami yang saat ini sedang dalam menanti kesembuhan atas kehendak-Mu. Amin.

Kami bertawasul denganmu kepada Allah dan memohon syafaatmu kepada Allah dan mengharap denganmu kepada Allah Wahai Rasulullah SAW. Dipundak kami terpikul hutang-hutang dan tanggung jawab anak keturunan dan tiada yang memadai beban tersebut, melainkan harapan dan anugrah Allah, Engkau Maha pembri kepada yang meminta, Engkau Maha mengabulkan segala permohonan. Amin.

Ya Rabb, kami memohon kepada-Mu agar mensucikan hati-hati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugrah, serta segerakanlah dengan perasan belas kasihan. Amin
Ya Allah jika imanku kemasukan syakwasangka atau keraguan, padahal aku tidak tahu mengapa demikian ataupun memang aku mengetahuinya, maka dengan ini aku beratubat dan menyerahkan diri kepada-Mu sambil mengucap La ilaha Illallah Muhammadur Rasululah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam. Amin.

Ya Allah, Ampunilah semua dosa yang telah kulakukan, semua kesalahan yang telah kuperbuat dan aku datang menghampiri-Mu dengan mengingat-Mu, aku memohon pertolongan melalui diri-Mu dan kemuruahan-Mu, dekatkan aku keharibaan-Mu, sempatkan aku untuk bersyukur dan bimbinglah aku untuk selalu mengingat-Mu. Amin.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kesulitan dan kesedihan, aku berlindung kepada Engkau dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada Engkau dari kekikiran dan berhati pengecut, aku berlindung kepada Engkau dari terbelit utang dan tertindas orang lain. Amin.

Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu dengan permohonan hamba yang rendah, hina dan ketakutan, maafkanlah aku, sayangilah aku. Jadikan aku selalu rela dan puas dengan pemberian-Mu, selalu tunduk dan patuh kepada-Mu dalam segala keadaan. Ya Rabb, aku memohon dengan permohonan orang yang berat keperluannya. Amin.

Wahai Dzat yang Maha Pemurah dengan pemberian-pemberian, wahai pemberi bantuan dan pertolongan. Anugrahkanlah Shalawat serta rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, ciptaan-Mu yang paling luhur budinya, ampunilah dosa-dosa kami di malam ini, wahai dzat yang Maha luhur terimalah munajat kami. Amin.

Ya Allah, Maha besar kuasa-Mu, Maha Tinggi kedudukan-Mu, selalu tersembunyi rencana-Mu. Ampunilah dosa-dosaku yang menahan do’a. Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana. Aduhai Dzat yang memiliki langit dan bumi serta isinya, Aku memohon kepada-Mu melalui kemuliaan-Mu jangan Engkau tolak doaku. Amin

Aduhai sembahanku, kini aku mengahadap-Mu, memohon ampun dan berserah diri dengan rendah hati mengakui segala kenistaan. Tiada tepat berlindung untuk menyelesaikan masalahku, kecuali Engkau menerima pengakuan masalahku. Ya Allah, terimalah pengakuanku ini, kasihanilah aku yang menanggung beratnya kepedihan. Amin

Aduhai Tuhan pemberi karunia, Engkau tahu aku sangat lemah untuk menanggung beban siksa dunia meski hanya sedikit, meskipun semua bencana dan kejelekan dunia teramat singkat masanya. Serta teramat berat bagi orang yang menanggunnya, semua itu tidak terjadi kecuali karena murka-Mu. Ya Rabb dengan merendah aku memohon ampunan. Amin.

Maha Suci Engkau Aduhai Sembahanku, sayangilah kami yang hanya berbekal harapan, senjatanya hanya tangisan. Aduhai Yang Maha Tahu tanpa diberitahu. Anugrahkan Cahaya yang menerangi yang terjebak dalam kegelapan. Ampunilah dosa-dosa kami di malam ini, Wahai Yang Maha Luhur. Amin.

Ya Allah jangan putuskan harapanku untuk mendapat karunia-Mu, lindungilah aku dari kejahatan Jin dan Manusia musuh-musuhku, Aduhai Yang Maha Cepat Ridho-Nya. Ampubilah orang yang hartanya hanyalah doa, Wahai yang asma-Nya adalah kekayaan, limpahkan Rahmat-Mu. Amin.

Engkau Ya Rabb, telahmewajibkan hamba-hamba-Mu untuk beribadah kepada-Mu, Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepada-Mu, Engkau janjikan kepada mereka ijabah-Mu. Karena itu aku hadapkan wajahku kepada-Mu. Aduhai Tuhan! Aku ulurkan tanganku demi kebesaran-Mu. Maka perkenankan doaku, sampaikan aku pada cita-cita ku. Amin.

Ya Allah! Aku ketuk pintu Rahmat-Mu dengan tangan harapanku, aku berlari menuju-Mu untuk meminta lindungan dari hawa nafsuku yang merajalela. Aku ikat jari-jari cintaku dengan ujung-ujung tali-Mu. Ya Rabb, ampunilah ketergelinciran dan kesalahan yang telah kuperbuat, selamatkanlah aku agar tidak terjerumus ke dalam kehancuran. Amin.

Ya Rabb, kupasrahkan kendali jiwaku dengan tali kehendak-Mu! Kutanggalkan beban-beban dosaku, kumusnahkan ia dengan ampunan dan Rahmat-Mu! Kulepaskan hawa nafsuku yang menyesatkan, kugantikan ia dengan karunia dan belas kasih-Mu. Ya Allah, tetapkanlah bagiku malam ini agar mendatangiku bertabur cahaya petunjuk dan keselamatan dunia dan akhirat. Amin.

Ya Allah, bukalah utntuk kami daun-daun pintu magfirah-Mu di malam ini . Ya Allah kenakanlah kepadaku toga-toga petunjuk dan kesalehan yang paling cemerlang. Melalui keagungan-Mu, tanamkanlah di dalam lubuk hatiku sumber-sumber kekhusyu’an, alirkanlah bulir-bulir bening air mataku karena takut akan keagungan-Mu. Amin.

Engkau Ya Rabb, telah mewajibkan hamba-hamba-Mu untuk beribadah kepada-Mu, Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepada-Mu, Engkau janjikan kepada mereka ijabah-Mu. Karena itu aku hadapkan wajahku kepada-Mu. Aduhai Tuhan! Aku ulurkan tanganku. Demi kebesaran-Mu, maka perkenankan doaku, sampaikan aku pada cita-citaku. Amin.

Ya Allah! Aku ketuk pintu rahmat-Mu dengan tangan harapanku, aku berlari menuju-Mu untuk meminta lindungan dari hawa nafsuku yang merajalela. Aku ikat jari-jari cintaku dengan ujung-ujung tali-Mu. Ya Rabb, ampunilah ketergelinciran dan kesalahan yang telah kuperbuat. Selamatkanlah aku agar tidak terjerumus ke dalam kehancuran. Amin.

Ya Rabb, kupasrahkan kendali jiwaku dengan tali kehendak-Mu! Kutanggalkan beban-beban dosaku. Kumusnahkan ia dengan ampunan dan rahmat-Mu! Kulepaskan hawa nafsuku yang menyesatkan, kugantikan ia dengan karunia dan belas kasih-Mu. Ya Allah tetapkanlah bagiku malam ini agar mendatangiku bertabur cahaya petunjuk dan keselamatan dunia dan akhirat. Amin.

Ya Allah, bukalah untuk kami daun-daun pintu magfirah-Mu di malam ini. Ya Allah kenakanlah kepadaku toga-toga petunjuk dan kesalehan yang paling cemerlang, melalui keagungan-Mu. Tanamkanlah di dalam lubuk hatiku sumber-sumber kekhuusyu’an, alirkanlah bulir-bulir bening air mataku karena takut akan keagungan-Mu. Amin.

Ya Allah, sertailah kami! Jadikan kami mencintai-Mu, hari-hari kami, jadikanlah hari-hari yang bahagia Ya Allah, dan hidup kami hidup yang tentram lagi diridhoi. Amin.
Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku dari sisi-Mu, limpahkan kepadaku karunia-Mu, curahkan rahmat-Mu dan turunkanlah kepadaku berkah-Mu. Amin.

Ya Allah, kini malam-Mu telah menjelang dan siang-Mu telah berlalu. Inilah suara orang-orang yang menyeru diri-Mu dan datangnya doa-doa kepada-Mu, aku mohon ampunan bagi diriku. Amin.

Ya Allah, selamatkan aku dari neraka dan berilah ampunan di malam dan siang. Ya Allah aku memohon kepada-Mu kebebasan dari nereka dengan selamat. Masukkan aku kesurga dengan tentram. Amin.

Ya Allah, Perbaiki hubungan antar kami, rukunkan antar hati kami, tunjuki kami jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang didunia dan akhirat. Amin
Ya Allah, Wahai yang memudahkan segala yang sukar dan yang menyambung segala yang patah. Wahai yang menemani semua yang tersendiri dan pengaman segala yang takut. Aku mohon kasih-Mu. Amin

Wahai Tuhan yang tidak memerlukan penjelasan dan penafsiran. Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak, Engkau Maha Tahu dan Melihat. Kami takut kepada-Mu selamatkan kami dari siksa-Mu. Amin

Ya Allah, hamba memohon melalui nama-Mu. Wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Wahai Yang Maha Arif dan Bijaksana. Maha Suci Engkau. Wahai yang menerima segala Taubat. Amin

Ya Allah, kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami, jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami, jaga kami dengan mata-Mu yang tiada tidur, lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus. Kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu. Berlaku pasti atas kami hokum-hukum-Mu. Adil pasti atas kami keputusan-Mu. Amin
Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau dan telah jadikan aku adalah hamba-Mu, aku menurut perintah dan janji-Mu sesanggupku. Aku mohon perlindungan bahanya dosa yang aku perbuat, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan mengakui pula banyaknya dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau. Amin

Ya Allah! Wahai Dzat yang memiliki anugrah, wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Tiada Tuhan melainkan Engkau Yang Maha mulia, terimalah amal ibadah kami. Amin

Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama, sahabat-sahabat kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang berbuat baik kepada kami dan bagi kaum muslimin muslimat, mukminin dan mukminat, wahai Tuhan penguasa alam semesta. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar doa. Amin

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memelihara wajah kami dari sujud kecuali kepada-Mu, Ya Allah peliharalah wajah kami dengan kemudahan rezeki dan jangan Engkau merendahkan kami dengan kesempitan rezeki-Mu. Maka peliharalah diri kami dari meminta-minta hajat kami kecuali kepada-Mu dengan kemurahan dan kaunia-Mu. Wahai dzat yang paling penyayang. Amin

Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu kami mohon pertolongan, terimalah doa kami, Wahai Tuhan Kekalian Alam. Amin

Ya Allah, peliharalah kami dari musibah yang Engkau turunkan, berikanlah kami nikmat-nikmat-Mu dan jadikanlah kami hamba-hamba yang mendapatkan kebaikan, bukan hamba-hamba yang mendapat ujian, dengan rahmat-Mu, Wahai yang paling penyayang diantara yang penyayang. Anugerahkan kepada kami kesehatan lahir dan bathin. Amin
Wahai Yang Maha Lembut, Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Menerima tobat lahi Maha Penyayang.Amin

Ya Allah, yang melepaskan kesulitan, yang menghilangkan kesedihan, yang memenuhi permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa, Yang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan akhirat. Amin

read more “WISATA HATI”

ISLAM LIBERAL

Islam liberal adalah nama sebuah gerakan dan aliran pemikiran yang bermula dari sebuah ajang kongkow-kongkow di Jalan Utan Kayu 69H, Jakarta Timur. Tempat ini sejak 1996 menjadi ajang pertemuan para seniman sastra, teater, musik, film, dan seni rupa.
Di tempat itu pula Institut Studi Arus Informasi (ISAI) yang salah satu motor utamanya Ulil Abshar Abdalla berkantor. Bersama Goenawan Mohammad (mantan pemimpin redaksi Tempo) serta sejumlah pemikir muda seperti Ahmad Sahal, Ihsan Ali Fauzi, Hamid Basyaib dan Saiful Mujani, Ulil kerap menggelar diskusi bertema ‘pembaruan’ pemikiran Islam. Setelah berdiskusi sekian lama pada akhir 1999 Ulil dan kawan-kawan sepakat memperkenalkan serta mengkampanyekan pemikiran mereka dengan bendera Islam Liberal. Lalu untuk mengintensifkan kampanyenya mereka membentuk wadah Jaringan Islam Liberal (JIL) pada Maret 2001.

Dengan ditunjang kucuran dana dari Asia Foundation kampanye Islam liberal gencar dilancarkan melalui berbagai cara. Mulai dari forum kajian dan diskusi, media cetak hingga media elektronik. Media internet juga tak ketinggalan mereka garap. Mula-mula dengan membuat forum diskusi internet
(mailing list) kemudian dilanjutkan dengan membuat situs web, alamatnya www.islamlib.com.

Kampanye lewat media cetak dilakukan sangat gencar. Selain melalui majalah seperti Tempo dan Gatra, JIL mendapat porsi publikasi besar di koran Jawa Pos dan 40 koran daerah yang tergabung dalam Jawa Pos-Net. Dengan nama rubrik Kajian Utan Kayu, setiap hari Ahad JIL mendapat jatah satu halaman penuh untuk diisi tulisan para pengusung ide Islam liberal, antara lain Nurcholish Madjid, Azyumardi Azra, Jalaluddin Rakhmat dan Masdar F Mas’udi.

Kampanye melalui media elektronik mula-mula cuma disuarakan melalui kantor berita radio 68H yang mengudarakan dialog interaktif setiap Kamis sore. Belakangan siaran itu kemudian di-relay oleh tak kurang 15 stasiun radio se-Indonesia yang tergabung dalam jaringan 68H, sehingga dapat disimak oleh para pendengar dari Aceh hingga Manado. Di Jakarta siaran JIL di-relay oleh stasiun radio dangdut Muara FM.
Adapun istilah Islam liberal dipilih oleh kalangan JIL untuk menamakan gerakan dan pemikiran mereka, nampaknya lantaran mereka mendapat insipirasi dari buku Liberal Islam: A Sourcebook karya Chares Kurzman (edisi bahasa Indonesia berjudul Wacana Islam Liberal: Pemikiran Islam Kontemporer tentang isu-isu Global, diterbitkan oleh Paramadina), sebab dari buku itu pula JIL meminjam enam agenda rumusan Charles Kurzman. Enam isu itu: antiteokrasi, demokrasi, hak-hak perempuan, hak-hak non-Muslim, kebebasan berpikir dan gagasan tentang kemajuan.

Anti Islam Kaffah
Mengapa JIL begitu gencar menyebarluaskan pemikirannya? Seperti diakui oleh para pentolannya, meski nama Islam liberal baru dikenal belakangan ini, sebenarnya Islam liberal bukanlah suatu pemikiran baru. Di Indonesia pemikiran Islam liberal telah dirintis oleh antara lain Harun Nasution, Nurcholish Madjid, Munawir Sjadzali dan Abdurrahman Wahid. Mereka adalah orang-orang yang sejak tahun 1970-an dan 1980-an menggelindingkan ide ‘pembaruan Islam’, berupa Islam rasional, dekonstruksi syariah dan sekulerisasi.

Namun, kata Ulil Abshar kepada Gatra, para perintis itu gagal memasyarakatkan gagasan Islam liberal ke masyarakat. Kegagalan itu antara lain karena tidak adanya pengorganisasian secara sistematis. Atau, menurut Luthfi Assyaukanie, gerakan Islam liberal sebelum ini terlalu elitis.

Gagasan itu lebih banyak dibawa kalangan akademisi dan peneliti yang tak mengakar ke masyarakat, sehingga opini publik tetap dikuasai oleh kalangan Islam ‘konservatif’ yang memiliki jaringan kuat dan mengakar ke masyarakat.

Karena itu, kalangan JIL merasa perlu memiliki jaringan kuat agar pemikiran liberal bisa berkompetisi dengan pemikiran kaum revivalis. Dengan kata lain, Islam liberal adalah tandingan Islam revivalis. Apa beda Islam liberal dan Islam revivalis? Charles Kurzman mendefinisikan, Islam revivalis berusaha mengembalikan kemurnian Islam seperti di zaman Rasulullah, tetapi tidak ramah dengan kehadiran modernitas. Sedangkan Islam liberal, masih kata Kurzman, menghadirkan masa lalu Islam untuk kepentingan modernitas. “Ia menghargai rasionalitas,” kata Kurzman. Sebuah pengkategorian yang sangat layak diperdebatkan.

Tapi lepas dari perdebatan itu, menurut kalangan JIL, dalam konteks Indonesia, kaum revivalis adalah mereka yang mendukung penegakan syariat Islam oleh negara dan menolak sekulerisme. Sebaliknya, kaum Islam liberal adalah mereka yang mendukung sekulerisme dan menentang penegakan syariat Islam oleh negara. “Pemikiran revivalis, katakanlah begitu, tercermin dalam FPI (Front Pembela Islam), atau Laskar Jihad yang lebih kuat, atau jaringan PK (Partai Keadilan) yang lebih mengakar,” kata Ulil menyebut lawan tandingnya.

Untuk menandingi kalangan revivalis, kini JIL telah menyusun sejumlah agenda, antara lain: kampanye sekulerisasi seraya menolak konsep Islam kaffah (total) dan menolak penegakan syariat Islam, menjauhkan konsep jihad dari makna perang, penerbitan Al-Quran edisi kritis, mengkampanyekan feminisme dan kesetaraan gender serta pluralisme. “Menurut saya, beragama secara kaffah itu tidak sehat dilihat dari pelbagai segi. Agama yang ‘kaffah ’ hanya tepat untuk masyarakat sederhana yang belum mengalami ‘sofistikasi’ kehidupan seperti zaman modern. Beragama yang sehat adalah beragama yang tidak kaffah,” ungkap Ulil dalam rubrik Kajian Utan Kayu Jawa Pos. Tapi tentu saja kalangan yang disebut revivalis juga tak akan tinggal diam.
Mereka juga telah menyusun agendanya sendiri, meski mungkin tanpa gembar-gembor kampanye seperti yang dilakukan kalangan JIL. Yang penting bekerja saja. Tinggal dilihat nanti siapa yang lebih ditolong Allah: mereka yang berjuang menegakkan syariat Allah atau mereka yang alergi kepada syariat-Nya.

read more “ISLAM LIBERAL”

Asbabun Nuzul

Terkadang banyak ayat yang turun, sedang sebabnya hanya satu. Dalam hal ini tidak ada permasalahan yang cukup penting, karena itu banyak ayat yang turun didalam berbagai surah berkanaan sutu peristiwa. Asbabun nuzul ada kalanya berupa kisah tentang peristiwa yang terjadi, atau berupa pertanyaan yang disampaikan kepada rasulullah untuk mengetahui hokum suatu masalah, sehingga qur’an pun turun sesudah terjadi peristiwa atau pertanyaan tersebut. Asbabun nuzul mempunyai pengaruh dalam memahami makna dan menafsirkan ayat-ayat al-qur’an.

Alqur’an diturunkan untuk memahami petunjuk kepada manusia kearah tujuan yang terang dan jalan yang lurus dengan menegakkan asas kehidupan yang didasarkan pada keimanan kepada allah dan risalah-Nya, sebagian besar qur’an pada mulanya diturunkan untuk tujuan menyaksikan banyak peristiwa sejarah, bahkan kadang terjadi diantara mereka khusus yang memerlukan penjelasan hukum allah.

RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengetian dari asbabun nuzul itu ?
2. Bagaimanakah cara turunnya asbabun nuzul itu ?
3. Apakah faedah ( manfaat ) dari mempelajari asbabun nuzul itu ?

TUJUAN PENULISAN

Tujuan dari pembahasan makalah ini adalah agar kita bisa lebih mengenal tentang silsilah asbabun nuzul dan lebih memudahkan kita untuk mempelajari lebih jauh lagi sehingga dalam proses mempelajarinya kita tidak menemukan kesulitan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian asbabun nuzul
Asbabun nuzul didefinisikan “sebagai suatu hal yang karenanya al-qur’an diturunkan untuk menerangkan status hukumnya, pada masa hal itu terjadi, baik berupa peristiwa maupun pertanyaan”, asbabun nuzul membahas kasus-kasus yang menjadi turunnya beberapa ayat al-qur’an, macam-macamnya, sight (redaksi-redaksinya), tarjih riwayat-riwayatnya dan faedah dalam mempelajarinya.

Untuk menafsirkan qur’an ilmu asbabun nuzul sangat diperlukan sekali, sehingga ada pihak yang mengkhususkan diri dalam pembahasan dalam bidang ini, yaitu yang terkenal diantaranya ialah Ali bin madani, guru bukhari, al-wahidi , al-ja’bar , yang meringkaskan kitab al-wahidi dengan menghilangkan isnad-isnadnya, tanpa menambahkan sesuatu, syikhul islam ibn hajar yang mengarang satu kitab mengenai asbabun nuzul.
Pedoman dasar para ulama’ dalam mengetahui asbabun nuzul ialah riwayat shahih yang berasal dari rasulullah atau dari sahabat. Itu disebabkan pembaritahuan seorang sahabat mengenai asbabun nuzul, al-wahidi mengatakan: “ tidak halal berpendapat mengenai asbabun nuzul kitab, kecuali dengan berdasarkan pada riwayat atau mendengar langsung dari orang-orang yang menyaksikan turunnya. Mengetahui sebab-sebabnya dan membahas tentang pengertian secara bersungguh-sungguh dalam mencarinya ”.

Para ulama’ salaf terdahulu untuk mengemukakan sesuatu mengenai asbabun nuzul mereka amat berhati-hati, tanpa memiliki pengetahuan yang jelas mereka tidak berani untuk menafsirkan suatu ayat yang telah diturunkan. Muhammad bin sirin mengatakan: ketika aku tanyakan kepada ‘ubaidah mengetahui satu ayat qur’an, dijawab: bertaqwalah kapada allah dan berkatalah yang benar. Orang-oarang yang mengetahui mengenai apa qur’an itu diturunkan telah meninggal.

Maksudnya: para sahabat, apabila seorang ulama semacam ibn sirin, yang termasuk tokoh tabi’in terkemuka sudah demikian berhati-hati dan cermat mengenai riwayat dan kata-kata yang menentukan, maka hal itu menunjukkan bahwa seseorang harus mengetahui benar-benar asbabun nuzul. Oleh sebab itu yang dapat dijadikan pegangan dalam asbabun nuzul adalah riwayat ucapan-ucapan sahabat yang bentuknya seperti musnad, yang secara pasti menunjukkan asbabun nuzul.

Al-wahidi telah menentang ulama-ulama zamannya atas kecerobohan mereka terhadap riwayat asbabun nuzul, bahkan dia (Al-wahidi ) menuduh mereka pendusta dan mengingatkan mereka akan ancaman berat, dengan mengatakan: “ sekarang, setiap orang suka mangada-ada dan berbuat dusta; ia menempatkan kedudukannya dalam kebodohan, tanpa memikirkan ancaman berat bagi orang yang tidak mengetahui sebab turunnya ayat ”.
B. Pedoman mengetahui asbabun nuzul
Aisyah pernah mendengar ketika khaulah binti sa’labah mempertanyakan suatu hal kepada nabi bahwasannya dia dikenakan zihar. Oleh suaminya aus bin samit katanya: “ Rasulullah, suamiku telah menghabiskan masa mudaku dan sudah beberapa kali aku mengandung karenanya, sekarang setelah aku menjadi tua dan tidak beranak lagi ia menjatuhkan zihar kepadaku”. Ya allah sesunguhnya aku mengadu kepadamu, aisyah berkata: tiba-tiba jibril turun membawa ayat-ayat ini; sesungguhnya allah telah mendengar perkataan perempuan yang mengadu kepadamu tentang suaminya, yakni aus bin samit.

“Hal ini tidak berarti sebagai acuan bagi setiap orang harus mencari sebab turun setiap ayat”, karena tidak semua ayat qur’an diturunkan sebab timbul suatu peristiwa dalam kejadian, atau karena suatu pertanyaan. Tetapi ada diantara ayat qur’an yang diturunkan sebagai permulaan tanpa sebab, mengenai akidah iman, kewajiban islam dan syariat allah dalam kehidupan pribadi dan social.

Definisi asbabun nuzul yang dikemukakan pada pembagian ayat-ayat al-qur’an terhadap dua kelompok: Pertama, kelompok yang turun tanpa sebab, dan kedua, adalah kelompok yang turun dengan sebab tertentu. Dengan demikian dapat diketahui bahwa tidak semua ayat menyangkut keimanan, kewajiban dari syariat agama turun tanpa asbabun nuzul.
Sahabat ali ibn mas’ud dan lainnya, tentu tidak satu ayatpun diturunkan kecuali salah seorang mereka mengetahui tentang apa ayat itu diturunkan seharusnya tidak dipahami melalui beberapa kemungkinan; Pertama, dengan pernyataan itu mereka bermaksud mengungkapkan betapa kuatnya perhatian mereka terhadap al-qur’an dan mengikuti setiap keadaan yang berhubungan dengannya. Kedua, mereka berbaik sangka dengan segala apa yang mereka dengar dan saksikan pada masa rasulullah dan mengizinkan agar orang mengambil apa yang mereka ketahui sehingga tidak akan lenyap dengan berakhirnya hidup mereka, bagaimanapun suatu hal yang logis bahwa tidak mungkin semua asbabun nuzul dari semua ayat yang mempunyai sebab al-nuzul bisa mereka saksikan. Ketiga, para periwayat menambah dalam periwatnya dan membangsakannya kepada sahabat.

Intensitas para sahabat mempunyai semangat yang tinggi untuk mengikuti perjalanan turunnya wahyu, mereka bukan saja berupaya menghafal ayat-ayat al-qur’an dan hal-hal yang berhubungan serta mereka juga melestarikan sunah nabi, sejalan dengan itu al-hakim menjelaskan dalam ilmu hadist bahwa seorang sahabat yang menyaksikan masa wahyu dan al-qu’an diturunkan tentang suatu ( kejadian ) maka hadist itu dipandang hadist musnad, Ibnu al-shalah dan lainnya juga sejalan dengan pandangan ini.
Asbabun nuzul dengan hadist mursal, yaitu hadist yang gugur dari sanadnya seoarng sahabat dan mata rantai periwayatnya hanya sampai kepada seorang tabi’in, maka riwayat ini tidak diterima kecuali sanadnya shahih dan mengambil tafsirnya dari para sahabat, seperti mujahid, hikmah dan said bin jubair. para ulama menetapkan bahwa tidak ada jalan untuk mengetahui asbabun nuzul kecuali melalui riwayat yang shahih. Mereka tidak dapat menerima hasil nalar dan ijtihad dalam masalah ini, namun tampaknya pandangan mereka tidak selamanya berlaku secara mutlak, tidak jarang pandangan terhadap riwayat-riwayat asbabun nuzul bagi ayat tertentu berbeda-beda yang kadang-kadang memerlukan Tarjih ( mengambil riwayat yang lebih kuat ) untuk melakukan tarjih diperlukan analisis dan ijtihad.

C. Macam-macam asbabun nuzul
Dari segi jumlah sebab dan ayat yang turun, asbabun nuzul dapat dibagi kepada ta’addud al-asbab wa al-nazil wahid ( sebab turunnya lebih dari satu dan ini persoalan yang terkandung dalam ayat atau kelompok ayat yang turun satu ) dan ta’addud al-nazil wa al-sabab wahid (ini persoalan yang terkandung dalam ayat atau kelompok ayat yang turun lebih dari satu sedang sebab turunnya satu ). sebab turun ayat disebut ta’addud karena wahid atau tunggal bila riwayatnya hanya satu, sebaliknya apabila satu ayat atau sekelompok ayat yang turun disebut ta’addud al-nazil.

Jika ditemukan dua riwayat atau lebih tentang sebab turun ayat-ayat dan masing-masing menyebutkan suatu sebab yang jelas dan berbeda dari yang disebutkan lawannya, maka riwayat ini harus diteliti dan dianalisis, permasalahannya ada empat bentuk: Pertama, salah satu dari keduanya shahih dan lainnya tidak. Kedua, keduanya shahih akan tetapi salah satunya mempunyai penguat ( Murajjih ) dan lainnya tidak. Ketiga, keduanya shahih dan keduanya sama-sama tidak mempunyai penguat ( Murajjih ). Akan tetapi, keduanya dapat diambil sekaligus. Keempat, keduanya shahih, tidak mempunyai penguat ( Murajjih ) dan tidak mungkin mengambil keduanya sekaligus.

D. Pengetahuan tentang asbabun nuzul
Perlunya mengetahui asbabun nuzul, al-wahidi berkata:” tidak mungkin kita mengetahui penafsiran ayat al-qur’an tanpa mangetahui kisahnya dan sebab turunnya ayat adalah jalan yang kuat dalam memahami makna al-qur’an”. Ibnu taimiyah berkata: mengetahui sebab turun ayat membantu untuk memahami ayat al-qur’an. Sebab pengetahuan tentang “sebab” akan membawa kepada pengetahuan tentang yang disebabkan (akibat).
Namum sebagaimana telah diterangkan sebelumnya tidak semua al-qur’an harus mempunyai sebab turun, ayat-ayat yang mempunyai sebab turun juga tidak semuanya harus diketahui sehingga, tanpa mengetahuinya ayat tersebut bisa dipahami, ahmad adil kamal menjelaskan bahwa turunnya ayat-ayat al-qur’an melalui tiga cara:

1. Pertama ayat-ayat turun sebagai reaksi terhadap pertanyaan yang dikemukakan kepada nabi.
2. Kedua ayat-ayat turun sebagai permulaan tanpa didahului oleh peristiwa atau pertanyaan.
3. Ketiga ayat-ayat yang mempunyai sebab turun itu terbagi menjadi dua kelmpok;
• Ayat-ayat yang sebab turunnya harus diketahui ( hukum ) karena asbabun nuzulnya harus diketahui agar penetapan hukumnya tidak menjadi keliru.
• Ayat-ayat yang sebab turunnya tidak harus diketahui, ( ayat yang menyangkut kisah dalam al-qur’an).

Kebanyakan ayat-ayat kisah turun tanpa sebab yang khusus, namun ini tidak benar bahwa semua ayat-ayat kisah tidak perlu mengetahui sebab turunnya, bagaimanpun sebagian kisah al-qur’an tidak dapat dipahami tanpa pengetahuan tentang sebab turunnya.

E. Faedah asbabun nuzul
1. Membawa kepada pengetahuan tentang rahasia dan tujuan allah secara khusus mensyari’atkan agama-Nya melalui al-qur’an.
2. Membantu dalam memahami ayat dan menghindarkan kesulitannya.
3. Dapat menolak dugaan adanya Hasr ( pembatasan ).
4. Dapat mengkhususkan (Takhsis) hokum pada sebab menurut ulama yang memandang bahwa yang mesti diperhatikan adalah kekhususan sebab dan bukan keumuman lafal.
5. Diketahui pula bahwa sebab turun ayat tidak pernah keluar dari hokum yang terkandung dalam ayat tersebut sekalipun datang mukhasisnya ( yang mengkhususkannya ).
6. Diketahui ayat tertetu turun padanya secara tepat sehingga tidak terjadi kesamaran bisa membawa kepada penuduhan terhadap orang yang tidak bersalah dan pembebasan bagi orang yang tidak bersalah.
7. Akan mempermudah orang menghafal ayat-ayat al-qur’an serta memperkuat keberadaan wahyu dalam ingatan orang yang mendengarnya jika mengetahui sebab turunnya.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Seteleh mempelajari dan melihat pembahasan yang telah dijabarkan panjang lebar diatas, dapat kami simpulkan bahwasannya;
1. Asbabun nuzul didefinisikan “ sebagai suatu hal yang karenanya al-qur’an diturunkan untuk menerangkan status hukumnya, pada masa hal itu terjadi, baik berupa peristiwa maupun pertanyaan”, serta memiliki faedah didalamnya.

2. Cara turunnya asbabun nuzul itu:
Pertama ayat-ayat turun sebagai reaksi terhadap pertanyaan yang dikemukakan kepada nabi.
Kedua ayat-ayat turun sebagai permulaan tanpa didahului oleh peristiwa atau pertanyaan.
Ketiga ayat-ayat yang mempunyai sebab turun itu terbagi menjadi dua kelmpok;
• Ayat-ayat yang sebab turunnya harus diketahui ( hukum ) karena asbabun nuzulnya harus diketahui agar penetapan hukumnya tidak menjadi keliru.
• Ayat-ayat yang sebab turunnya tidak harus diketahui, ( ayat yang menyangkut kisah dalam al-qur’an).

3. Faedah asbabun nuzul
Membawa kepada pengetahuan tentang rahasia dan tujuan allah secara khusus mensyari’atkan agama-Nya melalui al-qur’an.
Membantu dalam memahami ayat dan menghindarkan kesulitannya.
Dapat menolak dugaan adanya Hasr ( pembatasan ).
Dapat mengkhususkan (Takhsis) hokum pada sebab menurut ulama yang memandang bahwa yang mesti diperhatikan adalah kekhususan sebab dan bukan keumuman lafal.
Diketahui pula bahwa sebab turun ayat tidak pernah keluar dari hokum yang terkandung dalam ayat tersebut sekalipun datang mukhasisnya ( yang mengkhususkannya ).

Diketahui ayat tertetu turun padanya secara tepat sehingga tidak terjadi kesamaran bisa membawa kepada penuduhan terhadap orang yang tidak bersalah dan pembebasan bagi orang yang tidak bersalah.
Akan mempermudah orang menghafal ayat-ayat al-qur’an serta memperkuat keberadaan wahyu dalam ingatan orang yang mendengarnya jika mengetahui sebab turunnya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul wahid, Ramli,1994, ulumul qur’an, Jakarta, Rajawali.
Al-khattan, manna’ khalil, 2001, studi ilmu-ilmu qur’an, Bogor, PT. Pustaka litera antar nusa.
Syadali, ahmad, 1997, ulumul qur’an I, Bandung, CV. Pustaka setia.
Thamrin, husni, 1982, muhimmah ulumul qur’an, Semarang.
Zuhdi, masfuk, 1993, pengantar ulumul qur’an, Surabaya, Bina ilmu.

read more “Asbabun Nuzul”

Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia

PENDAHULUAN

Menjelaskan wajah kebudayaan Islam dibelahan bumi ini, maka akan muncul format kebudayaan Islam yang sangat beragam. Salah satunya adalah kebudayaan islam nusantara. Penyebaran Islam yang lebih menggunakan jalur Kultural, damai dan anti kekerasan telah memberi warna dikemudian hari terhadap format kebudayaan Islam di Nusantara ini, yang selanjutnya menjadi pola tradisi dan perilaku bagi kehidupan sosial budaya masyarakat nusantara. Akan tetapi, derasnya arus globalisasi yang ditandai oleh dominasi pasar, media dan modal belakangan ini tidak bisa dipungkiri memberikan dampak terhadap pola kebudayaan Islam Nusantara ketika awal masuk Islam, kini sekarang mengalami perubahan-perubahan tertentu. 

Bagaimana bentuk kebudayaan dan penyebaran Islam di Nusantara tempo dulu, serta pergeseran nilai yang terjadi akibat dari arus globalisasi, dan bagaimana format serta strategi membangun kebadayaan Nusantara dimasa depan. 

A. Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia 
Sejarah kebudayaan aceh, sebagai tempat pertama bertapak Islam di Indonesia, identik dengan sejarah kebudayaan Islam di Nusantara atau dengan ibarat lain bahwa sejarah kebudayaan Aceh ialah awal sejarah kebudayaan Islam di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, karena di Aceh-lah sejarah kebudayaan Islam memulai sejarahnya di Asia Tenggara. 

Dasar yang bisa dijadikan landasan awal sejarah kebudayaan Islam adalah surat Al-Alaq ayat 1-5 yang disimpulkan :
1. Keimanan atau kepercayaan kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa
2. Ilmu Penmgetahuan 
3. Universal artinya wawasannya luas, mencakup manusia seluruhnya 
4. Kemanusiaan yang beradab dan bertamaddun 
5. Kasih sayang atau Persaudaraan umat Islam
Kebudayaan Islam di Indonesia mempunyai dasar dan asas yang sama dengan kebudayaan Islam dimanapun dipermukaan bumi ini. Tetapi ia juga mempunyai corak dan warna kebudayaan Islam dari bangsa-bangsa lain. 

Demikian pula kebudayaan Islam di Aceh, di tempat mana ia memulai sejarahnya di Nusantara, mempunyai corak dan warna khusus yang berbeda dengan corak dan warna kebudayaan Islam dari suku-suku bangsa Indonesia yang lain. 

Sejak terjadinya Kerajaan Samudera Pasai sampai Kerajaan Kembang Gowo-Tallo di Islamkan, terjadi 3 pola “Pembentukan Budaya” yaitu :

a. Pola Samedera Pasai : yaitu perubahan dari supra desa menjadi Negara yang terpusat. Pada awlnya, kekuasaan Kerajaan Samudera Pasai masih kecil, tetapi terus menerus bertambah sehingga memegang hegemoni politik. Samudera Pasai menjadi pusat penjajahan agama. 

Konsekuensinya, samudera Pasai memiliki kebebasan budaya untuk memformalisasikan struktur dan system kekuasaan yang menggambarkan keberadaan dirinya. Pola ini juga berlaku dalam kelahiran Kerajaan Aceh Darussalam.

b. Pola Sulawesi Selatan : yaitu pola ketika Islamisasi diawali di Keraton. Setelah Raja dan golongan bangsawan masuk Islam, rakyatnya-pun mengikuti sehingga tidak raja ada persoalan legitimasi (structural dan cultural. Pola ini berlaku untuk Kerajaan Ternate, Barjarmasin dan sebagainya. 

c. Pola Jawa yaitu Islam tampil sebagai penentang kekuasaan yang ada. Pada mulanya, pusat-pusat kekuasaan Islam tumbuh dipesisir yaitu demak, Jepara, Rembang, Tuban, Gersik dan Surabaya, bertambah kekuasaannya seiring dengan pudarnya kekuasaan Kerajaan Majapahit. Mereka mulai menjauhkan diri dari pusat kekuasaan di pedalaman. Pada saat Majapahit semakin lemah, Kerajaan Demak melancarkan perlawanan dan akhirnya, dengan pimpinan Sunan Kudus, berhasil menggantikannya sekitar tahun 1520-an. Dengan demikian, timbullah dilema kultural karena telah mapannya system politik yang lama orang baru dalam bangunan lama merupakan persoalan serius yang dihadapi oleh Kerajaan Demak, Pajang, dan kemudian Mataram.  

Ketiga pola ini memiliki kesamaan yaitu : dominannya peranan Negara sebagai “Jembatan” Proses Islamisasi di wilayah kedaulatannya. Perbedaannya, dalam 2 pola yang pertama berbentuk tradisi integrasi yang mulai mantap pada abad ke-17 disini tidak terjadi perubahan struktur. Dengan mulus, Islam menjadi tradisi khas bagi masyarakat. 

B. Tujuan Terbentuknya Kebudayaan Islam di Indonesia 
1. Membangun Perdamaian dunia 
2. Membina persaudaraan dan hidup berdampak secara rukun 
3. Menciptakan kemakmuran dan keadilan untuk semua manusia 
4. Membuat manusia hidup bahagia, tentram tanpa ada ketakutan dalam bentuk apapun.
Dengan adanya kebudayaan, maka tidak terdiri dari satu suku, juga tidak hanya dari satu bangsa tidak juga dalam satu warna kulit dan juga tidak dalam wajah adat kebiasaan yang sama. Kebudayaan boleh berbedam akan tetapi dari kebdayaan yang berbeda itu ialah untuk membina saling pengertian dan saling kenal. 

C. Beberapa Tradisi atau Kebudayaan Islam 
Dalam penyebaran Islam, upacara-upacara tradisi terkait dengan usaha pengislaman penduduk Jawa melalui “Pembumian ajaran Islam sedikitnya masih tersisa pada upacara gerebek sero dan gerebek mulut, yakni upacara peringatan hari Asyuro, Tahun baru Islam dibulan Muharram dan Upacara peringatan hari lahir (Maulid) Nabi Muhammad yang diselenggarakan di Keraton-keraton Jawa. Tradisi ini sudah dijalankan sejak masa kadipaten Demak di seperempat akhir abad 14 Masehi. Bahkan usaha pembumian ajaran Islam yang dilakukan pra-penyebaran Islam itu, terlihat pada upaya-upaya mengalihkan Amaliah ibadah yang meliputi 3 hal pokok kea rah Islam yaitu : 

1. Kebiasaan “Samadhi” sebagai puji mengheningkan cipta diubah menjadi shalat wajib.
2. Kebiasaan sesaji dan “Katutug” diubah menjadi pembarian shodoqah.
3. Yang meniru dewa dalam upacara perkawinan seperti ; menanam pohon kepala “Dewa Dadu”, menambuh gamelan Lokananta, nyanyian wanita yang mengeluh-elukan kehadiran dewa dalam gerak tari “Tayuban” dihlangkan dengan jalan kebijaksanaan sehingga dapat membuka hati rakyat banyak (Zarkasi, 1997: 63-64)

Penyampaian aqidah dan hukum islampun banyak dilakukan melalui naskah-naskah bernuansa tasawuf seperti suluk serat dalam bentuk tambang seperti suluk wajil, suluk malang Sumirang, suluk kadis, suluk ngasmara, suluk sukarsa, serat nitimani, serat cabolek, serat wirit, bahkan penyebaran ajaran Islam yang paling cepat mendapat sambutan positif dari penduduk setempat adalah yang dilakukan melalui pertunjukan-pertunjukan seni seperti wayang porwa, wayang krucil kentrung, jumbling, rebana, sintren, jaranan, yang sebelumnya tak dikenal masyarakat di era Majapahit.  

D. Membentuk Bidang Islam Nusantara
Membentuk budaya Islam berarti mewujudkan nilai-nilai Islam kedalam perilaku sehari-hari yaitu. Menjadikan nilai-nilai Islam sebagai bagian interen bagi kehidupan seseorang, keluarga, masyarakat atau bangsa di Indonesia. 
Dalam upaya mewujudkan nilai-nilai Islam kedalam perilaku kita, dapat dilakukan dengan cara :

Pertama, lewat pendidikan karena melalui pendidikan merupakan instrument paling andal untuk melakukan internalisasi nilai-nilai Islam. Kedua, upaya infrastrukturisasi nilai-nilai Islam yang terjadi pada masyarakat. Sebab pada tingkat infrastrukturisasi nilai-nilai atau pesan-pesan Islam sudah memasuki wilayah publik dan mulai bernuansa Universal.


KESIMPULAN

Awal masuknya kebudayaan Islam beriringan dengan awal masuknya itu sendiri. Masuknya kebudayaan Islam ditandai dengan adanya Kerajaan Samudera Pasai sampai Kerajaan Kembar Gowo-Talo di Islamkan hal ini disebabkan karena ada 3 pola pembentukan budaya : 
1. Pola Samudera Pasai
2. Pola Sulawesi Selatan 
3. Pola Jawa 
Terbentuknya kebudayaan bertujuan membentuk perdamaian dunia, membina persaudaraan dan hidup bardampingan secara rukun, menciptakan kemakmuran dan keadilan untuk semua manusia, membuat manusia hidup bahagia, tentram tanpa ada kekuatan dalam bentuk apapun. 
Surat al-Alaq ayat 1-5 adalah landasan kebudayaan Islam terbentuk

DAFTAR PUSTAKA

AA. Hasjmy, Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia, Jakarta: PT. Bulan Bintang 1990
__ __ __, Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia, PT. Bulan Bintang, 1990
Sunyoto, Agus, Sunan Raja Surabaya Membaca Kembali Dinamika Perjanjian Dakwah Islam di Jawa Abad XIV
Thaba, Abdul Aziz, Islam dan Negara dalam Politik Orde Baru, Jakarta: Gama Insani Press.
Yaitim, Badri, Sejarah Peradapan Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada 
read more “Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia”

Tasawuf

Taswuf adalah salh satu khazanah intelektual muslim yang kehadirannya hingga saat ini semakin dirasakan khazanah pemikiran dan pandangannya, dibidang tasawuf itu kemudian menemukan momentum pengembangannya dalam sejarah, yang antara lain ditandai oleh munculnya sejumlah ulama’ besar dalam era tasawuf . Menurut riwayat hidup para sufi,dzu nun al-misri dikenal sebagai seorang si yang ilmunya luas, kerendahan hati, dan budi pekertinya yang baik. Dalam bidang tasawuf beliau dianggap penting, karena beliau adalah orang pertama di mesir yang membahas masalah maqamat dan ahwal para wali. Serta memahami definisi tauhid dengan pengertian yang bercorak sufistik, beliua mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan pemikiran tasawuf. Sejumlah penulis banyak menyebutkan beliau sebagai salah seorang peletak dasar-dasar tasawuf. 


1.1 RUMUSAN MASALAH 

1.2.2. siapakh dzu nun al-misri itu?
1.2.3. bagaimana pemikiran taswuf dari dzu nun al-misri itu?
1.2.4. apa corak pemikiran dzu nun al-misri itu?
1.2.5. karya apakah yang dihasilkan oleh dzu nun al-misri itu?

Demikian rumusan masalah yang dapat kami tulis, adapun yang lain yaitu terakhir dari dalam pembahasan makalah.

BAB II
PEMBAHASAN

1. BIOGRAFI
Dzu nun al-misri adalah mana julukan bagi seoarang sufi yang tinggal disekitar pertengahan abad III H. nama lengkap beliau adalah abu al-faidh sauban bin ibrohim, ia dilahirkan di ekhmim kawasan mesir hulu, pada tahun 180 H/796 M. dan beliau wafat pada tahun 246 H/856 M. julukan dzu nun al-misri diberikan kepadanya sehubungan dengan berbagai kekeramatannya yang allah berikan kepada beliau, diantaranya dzu nun al-misri pernah mengeluarkan seorang anak dari dari perut buaya disungai nil dalam keadaan selamat.

Asal mula al-misri tidak banyak diketahui oleh masyarakat sekitar, tetapi riwat tentang beliau sebagai seorang sufi banyak diutarakan dikalangan masyrakat luas, dalam perjalanannya beliau selalu berpindah pindah dari satu tempat ketempat lain, dzu nun al-misri pernah menjelajahi berbagai daerah dimesir dintaranya beliua mengunjungi bait al-maqdis, baqdad, mekah, pegunungan libanun dan lembah kan’an. 
Pada tahun 214 H/829 M, beliau ditangkap dengan tuduhan zindiq, akibatnya beliau dipanggil menghadap kholifah al-mutawakkil, namun beliau dibebaskan dan dipulagkan kemesir dengan penuh penghormatan, kedudukan dzu nun al-misri itu diakui sebagai wali secara umum tatkala beliau meninggalkan dunia yang fana ini. 

2. PEMIKIRAN TASAWUF
 Dzu nun al-misri memiliki sistematika sendiri tentang jalan menuju ma’rifat, beliau menyebutkan bahwa jalan itu ada dua macam yaitu:  
• Thariq al-inabah adalah jalan yang harus dimulai dengan cara iklas dan benar.
• Thariq al-ihtiba’ adalah jalan yang tidak mensyaratkan apapun kepada seseorang karena hanya urusan allah semata.

 Dzu nun al-misri memperoleh ma’rifat bukan dengan caranya sendiri melinkan dengan bantuan allah, kalau bukan karena bantuannya dzu nun al-misri tidak mungkin mengenal maqam al-ma’rifat.
 Menurut pengalamannya, sebelum sampai maqam ma’rifat dzu nun al-misri melihat tanda tanda kebesaran-Nya yang terdapat dialam semesta ini. dzu nun al-misri itu menunjukkan bahwa ma’rifat tidak diperoleh begitu saja, akan tetapi merupakan pemberian allah, rahmat dan ni’mat dari-nya.  

3. CORAK PEMIKIRAN 
 Corak pemikiran dzu nun al-misri termasuk irfani sebab dalam fenomena ini merupakan gejala yang sulit dan tidak mudah didefinisikan, doctrinal irfani ini merupakan pengalaman rohani seseoarang yang lebih menekankan pengunaan dzauq dari pada rasio, sehingga sifatnya sangat personal dan subjktif. 
 Dalam ajaran tasawuf, dzu nun al-misri dipandang sebagai pelopor paham ma’rifat walaupun istilah ma’rifat sudah lama dikenal sebelum beliau, namun pengertian ma’rifat versi khas tasawuf beliau barulah dikenal dengan munculnya konsep tasawuf dzu nun al-misri itu. 

 dzu nun al-misri itu memperkenalkan corak baru tentang ma’rifat dalam bidang sufisme islam, yang pertama yaitu:
1. a. Ma’rifat sufiah ialah: pendekatan yang biasa diginakan para sufi melalui qalb(hati)
 b. Ma’rifat aqliyah ialah: pendekatan yang digunakan oleh para teolog melalui akal(rasio)
 2. Ma’rifat sebenarnya adalah musyahadah qalbiyah (penyaksian hati), ma’rifat ini merupakan fitrah dalam hati manusia sejak azali.
 3. Ma’rifat dzu nun al-misri ini memiliki persamaan dengan gnosis ala Neo-platonik, yang menganggap sebagai jembatan menuju wahdad asy-syahid dan ijtihad (perpaduan dengan tuhan tanpa adanya perantara apapun).

 Disisi lain jasa paling besar dari dzu nun al-misri itu ialah doctrinal tasawufnya yang menetapkan kaharusan melewati maqamat dan ahwal dalam perjalanan para sufi menuju ma’rifat, dengan kata lain sejak dzu nun al-misri itu. Berkembanglah upaya para sufi untuk mendekatkan diri pada Allah yang dikenal dalam istilah maqomat dan ahwal.

4. KARYA-KARYANYA
 Diantara karya-karya yang terkenal dzu nun al-misri itu adalah mengklasifikasikan ma’rifat kedalam tiga bagian :
a. ma’rifat orang awam
b. ma’rifat para teolog (para ahli ilmu kalam) dan pilosif
c. ma’rifat para wali dan muqorrobin (orang yang dekat pada Allah ) mereka yang mengetahui allah melalui hati nuraninya.

 Menurut Harun nasution point yang a dan b belum dimasukkan dalam katagori ma’rifat yang hakiki tentang tuhan, melainkan disebut dengan ilmu sebab pada point tersebut cara berfikir mereka masih menggunakn akal untuk mengetahui tuhan sedangkan kita ketahui bersama akal itu masih memiliki keterbatasan dan kelemahan, dari semua asumsi yang telah disebutkan diatas jelaslah bahwasannya ma’rifat para wali dan muqorrobinlah yang paling tinggi tingkatannya sebab bukan diperoleh dari belajar melainkan diperoleh melalui Ilham yang diberikan oleh allah kadalam hati yang paling rahasia(sanubari)

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :

1. Dzu nun al-misri adalah nama julukan yang diberikan oleh allah kepadanya, nama beliau ialah abu al-faidh sauban bin ibrohim ia dikenal sebagai salah seorang yang luas ilmunya, karendahan hatinya dan budi pekertinya yang baik.
2. Pemikiran dzu nun al-misri adalah beliau mengklasifikasikan ma’rifat secara mendetail agar para sufi lebih mudah untuk memahami ajarannya, beliau menganjurkan untuk memenpuh ma’rifat, seseorang haruslah melewati maqamat dan ahwal.
3. Corak pemikiran dari dzu nun al-misri itu tergolong aliran irfani yang identik dengan maqamat dan ahwal yang memiliki Esensi tentang ma’rifat kepada allah.
4. Diantara karya yang paling terkenal beliau adalah mengklasifikasikan ma’rifat menjadi tiga bagian:
a. ma’rifat orang awam
b. ma’rifat para teolog (para ahli ilmu kalam) dan pilosif
c. ma’rifat para wali dan muqorrobin

DAFTAR PUSTAKA

Anwar rosihan, Ilham Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia, 2006
As-siraj ath-thusi, al-lima, dar al-kutub al-hadisah maktabah al-mutsanna, Bagdad-Mesir, 1960.
Jumantoro totok, Kamus ilmu tasawuf. Amzam.
 Isa ahmad, Tokoh-tokoh Sufi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2000
Mahmud, Abdul Qadir, Falsafah ash-Shufiyah fi al-Islam, dar al-fikr al-‘arabi, Kairo, 1966
The Inseclopedia, EJ. Bill.Leiden. 1993

  
  




  
read more “Tasawuf”